Salah satu momen yang paling sering bikin pengunjung situs saya kaget: lagi ngobrol santai sama Zannah soal ide aplikasi, tiba-tiba muncul tawaran "mau saya buatkan RAB dan proposalnya sekarang?" — dan begitu tombolnya ditekan, dalam hitungan detik muncul dokumen lengkap dengan estimasi biaya, timeline, sampai tombol tanda tangan digital. Fitur ini tidak berdiri sendiri sebagai produk yang bisa dikunjungi lewat tautan demo seperti B-Games atau Assets DEMO — dia murni mesin yang bekerja di balik layar, dipanggil Zannah sendiri, dan namanya sendiri tidak pernah disebut eksplisit ke pengunjung. Yang mereka lihat cuma hasil akhirnya.
Zannah Tidak Asal Menawarkan
Sebelum tombol "buatkan RAB" itu muncul, ada pengecekan kesiapan di belakang layar. Sistem menilai apakah percakapan sejauh ini sudah cukup jelas: jenis platform atau proyeknya sudah disebut (web app, mobile app, dashboard, sistem internal, dan sejenisnya), minimal dua sampai tiga kebutuhan konkret sudah dibahas, dan ada indikasi target waktu atau kisaran anggaran yang sudah disinggung. Kalau salah satu dari itu belum jelas, sistem sengaja bersikap ketat dan tidak menawarkan dulu — lebih baik nunggu sampai informasinya cukup, daripada menghasilkan proposal asal-asalan dari obrolan yang masih mentah.
Kalau Mesinnya Sedang Bermasalah, Percakapan Tidak Berhenti
Begitu tombol ditekan, permintaan dikirim ke mesin generator dengan mekanisme percobaan ulang otomatis — kalau gagal karena server sibuk atau timeout, sistem mencoba lagi dengan jeda yang makin panjang tiap percobaan, sampai beberapa kali sebelum benar-benar menyerah. Uniknya, begitu topik soal estimasi proyek mulai muncul di percakapan, sistem sudah lebih dulu mengirim "ping" diam-diam ke mesin ini di background — semacam pemanasan awal supaya begitu benar-benar dibutuhkan, mesinnya sudah dalam kondisi siap, bukan baru mulai dari kondisi dingin.
Kalau setelah semua percobaan tetap gagal — server API-nya belum dikonfigurasi, jaringan bermasalah, atau apa pun penyebabnya — sistem tidak menampilkan pesan error ke pengunjung. Zannah tetap menyusun draf estimasi seadanya secara lokal, supaya percakapan tetap punya sesuatu untuk dilanjutkan, bukan berhenti mendadak di tengah jalan.
Kenapa Setiap Isi Proposal Harus "Dicuci" Dulu
Karena rincian proposal ini pada akhirnya berasal dari apa yang diketik pengunjung di chat, seluruh isinya diperlakukan sebagai data yang tidak bisa dipercaya begitu saja sebelum ditampilkan sebagai halaman. Setiap teks yang masuk ke dokumen hasil — judul proyek, daftar fitur, dan sebagainya — melewati proses pembersihan karakter berbahaya dulu, dan setiap tautan yang muncul di dokumen divalidasi supaya hanya boleh berupa alamat web yang sah. Detail teknis kecil ini yang mencegah dokumen hasil generate bisa disalahgunakan buat menyisipkan sesuatu yang tidak diinginkan.
Kenapa Fitur Ini Sengaja Tidak Dijadikan Produk Terpisah
Tetap menjaga fitur ini sebagai bagian dari alur ngobrol biasa — bukan produk berdiri sendiri yang harus dikunjungi, didaftarkan, atau dipelajari cara pakainya — itu pilihan sadar. Calon klien tidak perlu tahu ada "mesin RAB" di belakang layar; yang mereka rasakan cukup: ngobrol soal ide proyek, dan tanpa diminta secara eksplisit, hasil akhirnya sudah siap dalam bentuk yang bisa langsung ditindaklanjuti. Kompleksitas teknisnya sengaja disembunyikan supaya pengalamannya tetap terasa sesederhana mungkin dari sisi pengunjung.